Minggu, 18 Mei 2008

puisi kenangan


Sebuah Puisi Kenangan
Untuk Alm.Antonius Slamet Riyadi (Bejo)
Kiriman:Elsye Christiyani

Yang Begitu Menular
Aku tak berkedip menatap wajahmu
satu per satu kenangan itu berhamburan di memoriku
Air mataku meluap tak tertahan
Aku ingin berbisik padamu
Meskipun matamu terpejam
Meskipun kau terdiam kaku
Aku ingin berbisik padamu
lewat rangkaian kata ini

oh teman,
Kau begitu sangat menular
Entah sudah berapa banyak
Kapal-kapal harapan kau luncurkan dari tiap hati kami.
Entah sudah berapa banyak kau roketkan
semangat-semangat yang kami biarkan tidur pulas,
Entah sudah berapa sering kau sentuh hati kami
Hati yang terkadang mudah runtuh dan mulai pasrah
pada angin dan rintik hujan,
Membuat kaki berat menapak lagi.

Kau begitu menular
Semua video kenangan2 bersamamu di kkmk
Semua ratusan foto-foto kehadiranmu
Sungguh membuatmu tak pernah mati

Senyummu, sinar matamu, celotehmu
usilanmu, tingkahmu dan semua kegilaanmu
yang selalu saja menghibur dan membuat kami
terbahak lepas seenaknya.
Namun tak jarang juga kau membuat kami terharu.

Kau tak pernah mengeluh, meski hidup seperti mengunyah air matamu,
Kau malah bersahabat dengan matahari.
dan kau tularkan semua sinar terangnya dan hangatnya buat setiap hati.
Selamat Jalan Mas Bejo
Doa kami selalu sertamu

puisi kenangan

surga bisa kita dapat jika kita berbakti pada ibu kita

Saya adalah seorang anak laki-laki yang menurut saya, saya kurang sekali berbakti kepada kedua orang tua saya.Terutama kepada ibu saya.Saya sering sekali memubuat hati bliau kecewa dan menangis.Saya ingin sekali memperbaiki kesalahan saya kepasda ibu ku tercinta.Saya ingin membuat beliau tersenyum bahagia karena bangga akan saya.Tapi hingga kini saya belum bisa melakukanya.


Suatu ketika saya berkunjung ke rumahnya. Saat itu, kami menjelang kelulusan SMP dan dihadapkan pada kebimbangan apakah akan melanjutkan ke SMA atau tidak. Kami membicarakan bagaimana kiat-kiat agar bisa lolos dalam pendaftaran dan mampu belajar di tengah kondisi ekonomi yang kurang mendukung pada saat itu. Kami adalah teman satu kelas dan satu SD di Weleri. Hubungan kami cukup akrab. Kadang saya yang bersilaturahim ke rumah dia, dan kadang dia yang bersilaturahim ke rumah saya.

Pada saat kami berbincang-bincang itu, ibu dari paman saya itu turut bergabung dan melibatkan diri dalam perbincangan. Boleh jadi, bagi beliau topiknya cukup menarik karena menyangkut masa depan anaknya. Beliau mengungkapan kata-kata yang hingga kini tidak pernah saya lupakan. Beliau berujar bahwa sudah menjadi kewajiban orang tua —termasuk diri beliau— untuk menyekolahkan dan mengkuliahkan anaknya. Beliau mengatakan bahwa selama ini berusaha keras untuk menyekolahkan dan mengkuliahkan anak-anaknya (termasuk paman saya itu), walaupun harus dengan cara bersusah-payah dalam mencari rezeki. Upaya keras yang dilakukannya itu, diibaratkan beliau dengan ungkapan ‘Walau kaki harus naik ke atas kepala, dan kepala harus turun ke bawah kaki’. Maksudnya tidak lain adalah upaya keras yang sekeras-kerasnya, menumpahkan segenap daya, mencucurkan keringat, membanting tulang, dan berusaha membalikkan hal-hal dianggap mustahil bagi manusia tetapi tidak mustahil bagi Allah SWT.

Dukungan moril dari ibu yang demikian, tentu membangkitkan semangat belajar sang anak. Pikiran sang anak juga akan terfokus pada hal-hal yang dipelajari dan mampu mengembangkan pemahaman belajar secara kreatif. Demikian pula yang dirasakan oleh paman saya itu. Paman tidak perlu pusing memikirkan apakah secara finansial bisa kuliah atau tidak. Tugas dia adalah belajar dan belajar sehingga bisa lolos dalam pendaftaran. Dan memang, pada saat hasil seleksi diumumkan, namanya tercantum sebagai calon siswa.

Dan sebenarnya jika mengingat betapa nikmatnya bisa sekolah, antara lain bisa mengembangkan wawasan, menumbuhkan potensi berorganisasi, melatih ketajaman berpikir, menimba ilmu alam dan keIslaman, menjalin hubungan dengan banyak pihak, dan lain-lain, maka nikmat-nikmat tersebut adalah nikmat yang cukup memberikan bekal bagi kehidupan mandiri pasca kuliah. Hal tersebut adalah suatu prestasi yang tidak bisa dinilai kecil dan boleh jadi sangat mempengaruhi langka-langkah kehidupan selanjutnya.